Selasa, 04 Desember 2012

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA


SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

A.       Pengertian dan Fungsi Sistem Pencernaan Manusia
Sistem pencernaan merupakan suatu proses pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi sari makanan yang dapat diserap oleh tubuh.
Sistem pencernaan makanan berhubungan dengan penerimaan makanan dan prosesnya sehingga zat makana siap memasuki proses metabolisme didalam sel tubuh. Selama dalam poses pencernaan, makanan dihancurkan menjadi zat-zat sederhana dan dapat diserap oleh usus halus, kemudian digunakan oleh sel tubuh.

B.       Struktur dan Mekanisme Proses Pencernaan pada Manusia
Sistem pencernaan terdiri dari organ pencenaan, saluran pencernaan, dan kelenjar pencernaan. Organ pencenaan adalah bagian-bagian tubuh yang berperan dalam mencerna makanan yang kita makan dan mengubahnya dari bentuk kasar menjadi bentuk halus sehingga dapat diserap oleh usus.
 Saluran pencernaan merupakan saluran yag menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan, penelanan dan pencampuran) degan enzim dan zat cair yang terbentang muai dari mulut sampai anus.
Saluran pencernaan terdiri atas :
1.      rongga mulut (cavum oris)
2.      Tekak (faring)
3.      Kerongongan (esofagus)
4.      Lambung (ventrikulus)
5.      Usus halus (intestinum minor)
a.       Usus 12 jari (duodenum)
b.      Jejenum
c.       Ileum
6.      Usus besar (intestinum mayor)
a.       Sekum
b.      Kolon ascendens
c.       Kolon transversum
d.      Kolon descendens
e.       Kolon sigmod
7.      Rektum
8.      Anus
                   
Kelenjar pencernaan terdiri atas:
1.      Kelenjar ludah
a.       Glandula parotis
b.      Glandula submandibularis
c.       Glandula sublingualis
2.      Kelenjar getah lambung
3.      Kelenjar hati
4.      Kelenjar Pankreas
Kelenjar getah usus

SISTEM OTOT


SISTEM OTOT

Sistem otot adalah sistem organ pada hewan dan manusia yang mengizinkan makhluk tersebut bergerak. Sistem otot pada vertebrata dikontrol oleh sistem saraf, walaupun beberapa otot (seperti otot jantung) dapat bergerak secara otonom. Manusia sendiri memiliki sekitar 650 jenis otot rangka. System otot meliputi alat-alat tubuh, yang dengan jalan penegangan (kontraksi) dan pengenduran (relaksasi) menimbulkan pergerakan tubuh secara keseluruhan atau sebagian.
Otot Sebagai Alat Gerak
Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup akan bergerak bila ada impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau  seluruh bagian tubuhnya.  Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak.
Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak.
Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan pergerakkannya sendiri. Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada tulang, maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Walaupun merupakan alat gerak pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak manusia dan hewan.
Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin. Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. Sehingga pada saat otot menempel pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak.
Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya (pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat relaksasi/kembali pada posisi semula).


FUNGSI OTOT SECARA UMUM
         sebagai alat gerak aktif
         Mempertahankan sikap tubuh, seperti : duduk, berdiri.
         menjaga kestabilan persendian

Ada 4 sifat otot yaitu ekstensibilitas, elastisitas, irritabilitas, dan kemampuan mengembangkan ketegangan (tension). Sifat-sifat tersebut umumnya terdapat pada seluruh otot yaitu otot jantung, otot halus, dan otot skeletal pada manusia, juga dimiliki oleh otot-otot mamalia, reptil, amphibi, burung, dan serangga.

1.      Ekstensibilitas
Sifat ekstensibilitas umumnya terdapat pada beberapa jaringan biologis. ekstensibilitas adalah kemampuan terulur atau meningkatnya pemanjangan otot, dan elastisitas adalah kemampuan otot untuk kembali ke panjang normal setelah diulur (distretch). Elastisitas otot akan mengembalikan otot ke posisi pemanjangan istirahat normal (normal resting) setelah mengalami penguluran dan memberikan transmisi ketegangan yang halus dari otot ke tulang.

2.      Elastisitas
Sifat elastis otot digambarkan sebagai 2 komponen utama. Komponen elastis paralel (PEC) ditunjukkan oleh membran otot, yang memberikan tahanan pada saat otot secara pasif terulur (stretch). Komponen elastis seri (SEC) terdapat pada tendon, bekerja sebagai pegas yang lentur untuk menyimpan energi elastis ketika otot yang tegang diulur (distretch). Komponen-komponen elastisitas otot ini dinamakan demikian karena membran otot dan tendon masing-masing paralel dengan serabut otot dan seri atau segaris dengan serabut otot, dimana memberikan komponen kontraktil. Elastisitas otot skeletal manusia secara utama terdapat pada SEC (tendon).

Baik SEC dan PEC memiliki sifat merekat yang memungkinkan otot terulur dan kembali ke dalam bentuk semula. Ketika penguluran statik pada group otot seperti hamstring dipertahankan selama jangka waktu tertentu, maka secara progresif otot akan memanjang, dan meningkatkan ROM sendi. Demikian pula, setelah group otot tertentu diulur (distretch), maka tidak akan kembali dengan segera ke posisi pemanjangan istirahat (resting length), tetapi secara bertahap akan memendek selama jangka waktu tertentu. Respon viskoelastik ini pada otot tidak bergantung pada jenis kelamin (independent).

3.      Irritabilitas
Irritabilitas adalah kemampuan untuk merespon suatu stimulus. Stimulus yang mempengaruhi otot dapat berupa elektrokimiawi seperti aksi potensial dari saraf yang mempersarafinya, atau mekanikal seperti pukulan/benturan dari luar pada bagian otot. Ketika diaktivasi oleh stimulus maka otot akan merespon dengan berkembangnya ketegangan (tension).

4.      Kontraktibilitas
Kemampuan untuk mengembangkan ketegangan (tension) merupakan salah satu sifat karakteristik yang khas pada jaringan otot. Secara historis, perkembangan ketegangan (tension) dari otot telah dikenal sebagai kontraksi, atau komponen kontraktil dari fungsi otot. Kontraktilitas adalah kemampuan otot untuk memendek dari panjang otot. Namun demikian, ketegangan pada suatu otot tidak mungkin menghasilkan pemendekan otot (akan dibahas pada subbab berikutnya)

JENIS OTOT
·        Berdasarkan cara kerjanya dibedakan  menjadi :
a.      Otot sinergis
Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling mendukung/bekerja sama/menimbulkan gerakan yang searah.
Ex : Seluruh otot pronator yang mengatur pergerakan telapak  tangan untuk menelungkup. Seluruh otot supinator yang mengatur pergerakan telapak tangan m enengadah.
b.      Otot antagonis 
Yaitu hubungan antar otot yang cara kerjanya saling berlawanan/bertolak belakang/tidak searah.
Macamnya :
·  Otot ekstensor (meluruskan) dengan fleksor (membengkokkan).
·  Otot abductor (menjauhi sumbu badan) dengan adductor (mendekatisumbu badan).
·  Otot supinator (menengadah) dengan pronator (menelungkup).
·  Otot depressor (gerakan ke bawah) dengan elevator (gerakan ke atas).
c.       Otot abductor,  yaitu otot yang bekerja menggerakkan anggota menjauhi
tubuh.
d.      Otot adduktor, yaitu otot yang menggerakkan anggota ke mendekati tubuh tubuh.
e.      Otot ekstensor otot yang bekerja membengkokkan sendi tulang atau
melipat sendi.
f.        Otot ekstenesor otot yang yang bekerja melurusakan kembali tulang
kepada kedudukan semula.
g.      Otot pronator, otot yang menjadikan ulna dan radial dalam keadaan sejajar.
h.      Otot supinator, otot yang menjadikan ulna dan radial menjadi menyilang.
i.        endorotasi, memutar ke dalam
j.        eksorotasi, memutur ke keluar
k.      dilatasi,memanjangkan otot
l.        kontraksi,memendekan otot
·        Berdasarkan perlekatannya dibedakan  menjadi :
1.       Origo Yaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang tetap/stabil pada saat kontraksi.
2.       InsersioYaitu bagian ujung otot yang melekat pada tulang dengan pergerakan yang berubah posisi pada saat kontraksi.

SISTEM PEREDARAN DARAH


SISTEM PEREDARAN DARAH

A.1. PENGERTIAN DARAH
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunanihaima yang berarti darah.
2.      FUNGSI DARAH
Dalam sistem peredaran darah, darah berfungsi sebagai berikut :
1. Mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru.
2. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluuruh jaringan tubuh.
3. Mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jaringan tubuh.
4. Mengangkut hasil ekskresi dari jaringan tubuh ke ginjal.
5. Mengatur dan mengontrol temperature tubuh
6. Mengatur distribusi hormon.
Hormone adalah zat-zat kimia yang mempengaruhi proses metabolisme dalam tubuh. Setiap hormone yang dihasilkan dapat mempengaruhi kerja satu atau lebih dari organ tubuh dan berfungsi untuk menhaga keseimbangan kerja organ tubuh.
7. Menutup luka.
8. Mencegah infeksi
Kulit merupakan penghalang masuknya beberapa macam bakteri kedalam tubuh yang dilengkapi dengan cairan berupa lendir dan zat-zat kimia. Jika kulit rusak,misalnya luka atau lecet, kemungkinan bakteri dapat masuk. Sel darah putih keluar dari kapiler untuk melawan bakteri yang masuk. Kalau sel darah putih tidak dapat bertahan maka sel darah putih akan mati bersama dengan jaringan yang berada di sekitarnya dan menimbulkan bengkak serta membentuk nanah.
Darah putih menghancurkan bakteri dengan cara menggumpalkan sebelum bakteri masuk kedalam system sirkulasi.

3.      KOMPONEN DARAH
*      PLASMA DARAH
*      SEL-SEL DARAH
·        Sel darah merah(eritrosit)
·        Sel darah putih(leukosit)
·        Keping-keping darah(trombosit)

1)      Plasma darah
AIR sebanyak 91 %
SUBSTANSI LAIN  8 % terdiri dari:PROTEIN PLASMA DARAH  70 %: albumin, fibrinogen, globulin
ENZIM 0,9 % terdiri dari: asam amino, lemak, glukosa, urea, garam, sodium bikarbonat
0,1 % HORMON, ANTIBODI, GAS
2)      Sel-sel darah
a.       Sel darah merah
Jumlah untuk pria 5,0-5,5 Juta/dL
Jumlah untuk wanita 4,5 -5,0 Juta/dL
Bentuk bulat atau bikonkaf (bg tepi lbh tebal dari bg tengah), tanpa inti, diameter 7,5 mikron, luas 120 mikron2, volume 85 mikron3
Mengandung jar. bunga karang (stroma) dan hemoglobin (Hb)
Membran sel terdiri dari: protein 65%, lipid (lemak) 32 % dan karbohidrat 3 %
Protein : stromatin
Lipid: sefalin, lesitin & kholesterol
Karbohidrat: glukosa

b.      Sel darah putih
jumlah 5000 – 10000 sel/Dl
Berdasarkan ada/tidak adanya granul/partikel
Dibagi atas 2
1.      Granulosit
Besarnya lbh krg 10 -12 mikron & bergranul
NEUTROPHIL: inti tdd: lebih dr 2 à 3,4 atau 5, granul kecil & halus à jumlah 62 %
EOSINOPHIL atau ASIDOPHIL: inti 2 (dua) à granul besar & kasar à jumlah 8 %
BASOPHIL: inti tidak jelas apakah 2 (dua) atau lbh dari 2, tetapi granulnya dapat di buktikan à kombinasi antara kecil & halus serta besar & kasar à jumlah 0,5 – 1 %
2.      Agranulosit
Tidak mempunyai granul
Besarnya lebih kurang 12 – 15 mikron
LIMPHOSIT: intinya hampir sebesar selnya sendiri à  jumlah 18 %
MONOSIT: 2 (dua) macam inti à ginjal (kacang merah) & tapal kuda à jumlah 13 %

c.       Keping-keping darah
Berkoloni setiap keluar dari pembuluh darah atau ada luka
Jumlah 150000 – 400000 sel/dL
Membantu dalam proses pembekuan darah atau koagulasi






Gangguan atau Kelainan pada Otot


Gangguan atau Kelainan pada Otot - Pernahkah pada saat Anda bangun tidur merasa leher Anda terasa sakit untuk digerakkan? Mengapa bisa terjadi?

Kesalahan posisi kepala pada saat tidur dapat mengakibatkan otot leher mengalami tekanan yang salah pula. Keadaan ini mengakibatkan otot akan tegang sepanjang malam. Kondisi ini membuat leher menjadi kaku dan sakit jika digerakkan. Kelainan otot tersebut di atas dikenal dengan kaku leher (stiff). Apa sajakah kelainan atau gangguan pada otot?



Kelainan otot dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut.
a. Atrofi otot, merupakan penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau karena kehilangan kemampuan berkontraksi, misalnya lumpuh.
b. Distorsi otot, penyakit ini diperkirakan merupakan penyakit genetis dan bersifat kronis pada otot anak-anak.
c. Hipertrofi otot, merupakan kelainan otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan lebih kuat karena sering digunakan, misalnya pada binaragawan.
d. Hernia abdominal, kelainan ini terjadi apabila dinding otot abdominal sobek dan menyebabkan usus melorot masuk ke rongga perut.
e. Kelelahan otot, karena kontraksi secara terus-menerus menyebabkan kram atau kejang.
f. Tetanus, merupakan penyakit yang menyebabkan otot menjadi kejang karena bakteri tetanus.

Demikian artikel "Gangguan atau Kelainan pada Otot" ini saya susun, artikel ini saya ambil dari ( BSE ):

Biologi Kelas IX  karangan Purnomo, Sudjino, Trijoko, Suwarni hadisusanto.
Biologi SMA / MA Kelas IX  karangan Siti Nur Rochmah , Sri Widayati , Meirina Arif
Biologi untuk SMA / MA Kelas IX Program IPA karangan Faidah Rachmawati , Nurul Urifah ,Ari Wijayati
Praktis Belajar Biologi 2 Karangan Fictor F , Moekti A.

hormon

1

HORMON 
Hormon  (dari  bahasa  Yunani,  :  horman  artinya  "yang  menggerakkan")  adalah  pembawa
pesan kimiawi antar sel atau antarkelompok sel. Hormon berfungsi untuk memberikan sinyal
ke sel target yang selanjutnya akan melakukan suatu tindakan atau aktivitas tertentu.
Hormon adalah zat kimiawi yang dihasilkan  tubuh secara alami. Begitu dikeluakan, hormon
akan dialirkan oleh darah menuju berbagai jaringan sel dan menimbulkan efek tertentu sesuai
dengan fungsinya masing-masing.

Contoh efek hormon pada tubuh manusia:
1.  Perubahan  Fisik  yang  ditandai  dengan  tumbuhnya  rambut  di  daerah  tertentu  dan
bentuk  tubuh  yang  khas  pada  pria  dan  wanita  (payudara  membesar,  lekuk
tubuh feminin pada wanita dan bentuk tubuh maskulin pada pria).
2.  Perubahan Psikologis: Perilaku feminin dan maskulin, sensivitas, mood/suasana hati.
3.  Perubahan  Sistem  Reproduksi:  Pematangan  organ  reproduksi,  produksi
organ seksual (estrogen oleh ovarium dan testosteron oleh testis).
Di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang jadi biang keladi berbagai masalah.
Misalnya  siklus haid  yang  tidak  teratur  atau  jerawat  yang  tumbuh membabi buta di wajah.
Hormon pula yang kadang membuat kita  senang atau malah  sedih  tanpa  sebab. Yang pasti,
setiap hormon memiliki fungsi yang sangat spesifik pada masing-masing sel sasarannya. Tak
heran,  satu  macam  hormon  bisa  memiliki  aksi  yang  berbeda-beda  sesuai  sel  yang
menerimanya saat dialirkan oleh darah.
Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak).
Hipotalamus  mengontrol  sekresi  banyak  kelenjar  yang  lain,  terutama  melalui  kelenjar
pituitari,  yang  juga  mengontrol  kelenjar-kelenjar  lain.  Hipotalamus  akan  memerintahkan
kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim  faktor  regulasi ke  lobus
anteriornya dan mengirim  impuls saraf ke posteriornya dan mengirim  impuls saraf ke  lobus
posteriornya.
Hormon-hormon  ini  bisa  dibuat  secara  sintetis.  Di  antaranya  adalah  hormon  wanita  yaitu
estrogen  dan  progesteron  yang  dibuat  dalam  bentuk  pil.  Pil  ini  merupakan  bentuk  utama
kontrasepsi  yang  digunakan wanita  seluruh  dunia  untuk memudahkan mereka menentukan
saat yang tepat: kapan harus mempunyai anak dan jarak usia tiap anak.
Sumber hormon alami yang praktis biasanya dari hewan ternak misalnya sapi, babi dan biri-
biri.  Tetapi  beberapa  hormon  karena  khasnya  sehingga  yang  berasal  dari  hewan  tidak
berfungsi untuk manusia  seperti hormon pertumbuhan, FSH dan LH  (luteinizing hormone).
Hormon yg berasal dari hewan dapat menimbulkan reaksi imunologis.
Cara  lain  untuk  menghasilkan  hormon  alami  adalah  dengan  rekayasa  genetik.  Melalui
rekayasa genetik, DNA mikroba dapat diarahkan untuk memproduksi rangkaian asam amino
yang urutannya sesuai dengan hormon manusia yang diinginkan. Dengan  rekayasa genetika
ini dapat dibuat hormon alami dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat. Hormon hasil
rekayasa  genetika  tidak menimbulkan  reaksi  imunologis  karena  sama  dg  hormon manusia
asli.

CIRI-CIRI HORMON
1.  Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah
sangat kecil
2.  Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat di sel target 2

3.  Memiliki pengaruh mengaktifkan enzim khusus
4.  Memiliki  pengaruh  tidak  hanya  terhadap  satu  sel  target,  tetapi  dapat  juga
mempengaruhi beberapa sel target berlainan

KLASIFIKASI HORMON
Hormon  dapat  diklasifikasikan melalui  berbagai  cara  yaitu menurut  komposisi  kimia,  sifat
kelarutan, lokasi reseptor dan sifat sinyal yang mengantarai kerja hormon di dalam sel.
Klasifikasi hormon berdasarkan senyawa kimia pembentuknya 
1.  Golongan Steroid→turunan dari kolestrerol 
2.  Golongan Eikosanoid yaitu dari asam arachidonat 
3.  Golongan derivat Asam Amino dengan molekul yang kecil →Thyroid,Katekolamin 
4.  Golongan Polipeptida/Protein →Insulin,Glukagon,GH,TSH 

Berdasarkan sifat kelarutan molekul hormon 
1.  Lipofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam lemak 
2.  Hidrofilik : kelompok hormon yang dapat larut dalam air 

Berdasarkan lokasi reseptor hormon 
1.  Hormon yang berikatan dengan hormon dengan reseptor intraseluler 
2.  Hormon yang berikatan dengan reseptor permukaan sel (plasma membran)

Penggolongan Hormon
Hormon terbagi dari 6 golongan yaitu :
1.  Hormon androgen dan sintetisnya /testoteron
2.  Hormon estrogen dan progesteron 
3.  Hormon kortikosteroid
4.  Hormon tropik dan sintetiknya
5.  Obat anabolic
6.  Hormon lainnya
 3


 Gambar penghasil hormon


Tabel hormon dan fungsi hormon yang menghasilkan

Hormon  Yang Dihasilkan  Fungsi
Aldosteron  Kelenjar Adrenal
Membantu mengatur keseimbangan
garam & air dengan cara menahan garam
& air serta membuang kalium
Hormon Antidiuretik
(vasopressin)
Kelenjar Hipofisa
Menyebabkan ginjal menahan air
bersama dengan Aldosteron, membantu
mengendalikan tekanan darah
Kortikosteroid  Kelenjar Adrenal
Memiliki efek yg luas diseluruh tubuh,
terutama sebagai anti peradang
Mempertahankan kadar gula darah,
tekanan darah dan kekuatan otot
Membantu mengendalikan keseimbangan
garam dan air
Kortikotoprin  Kelenjar Hipofisa
Mengendalikan pembentukan &
pelepasan hormon oleh korteksadrenal


Hormon  Yg menghasilkan  Fungsi
Eritropoietin  Ginjal  Merangsang pembentukan sel darah merah
Estrogen  Indung telur
Mengendalikan perkembangan ciri seksual
& sistem reproduksi wanita
Glukagon  Pankreas  Meningkatkan kadar gula darah
Hormon pertumbuhan  Kelenjar hipofisa
Mengendalikan pertumbuhan &
perkembangan
Meningkatkan pembentukan protein
Insulin  Pankreas  Menurunkan kadar gula darah 4

Mempengaruhi metabolisme glukosa,
protein & lemak di seluruh tubuh
LH (luteinizing hormone)   Kelenjar hipofisa
Mengendalikan fungsi reproduksi
(pembentukan sperma & sementum,
pematangan sel telur, siklus menstruasi
FSH (follicle-stimulating
hormone)
Mengendalikan ciri seksual pria & wanita
(penyebaran rambut, pembentukan otot,
tekstur & ketebalan kulit, suara dan
bahkan mungkin sifat kepribadian)
Oksitosin  Kelenjar hipofisa
Menyebabkan kontraksi otot rahim &
saluran susu di payudara
Hormon paratiroid  Kelenjar paratiroid
Mengendalikan pembentukan tulang
Mengendalikan pelepasan kalsium &
fosfat
Progesteron  Indung telur
Mempersiapkan lapisan rahim untuk
penanaman sel telur yg telah dibuahi
Mempersiapkan kelenjar susu untuk
menghasilkan susu
Polaktin  Kelenjar hipofisa
Memulai & mempertahankan
pembentukan susu di kelenjar susu
Renin & angiotensin  Ginjal  Mengendalikan tekanan darah
Hormon tiroid  Kelenjar tiroid
Mengatur pertumbuhan, pematangan &
kecepatan metabolisme
TSH (tyroid stimulating
hormone)
Kelenjar hipofisa
Merangsang pembentukan & pelepasan
hormon oleh kelenjar tiroid


MEKANISME KERJA HORMON

Mekanisme kerja hormone Protein
1.  Reseptor hormon protein bersifat spesifik dan terdpt pada membran plasma sel target.
Interaksi  hormon  dg  reseptornya  mengakibatkan  perangsangan  atau  penghambatan
enzim adenilsiklase yg terikat pada reseptor tersebut. 
2.  Interaksi hormon-reseptor ini mengubah kecepatan sintesis siklik AMP dari ATP. 
3.  Selanjutnya  siklik AMP berfungsi  sbg mediator  intrasel utk hormon  tsb dan  seluruh
sistem ini berfungsi  sbg suatu mekanisme spesifik shg efek spesifik suatu hormon dpt
terjadi.
4.  Siklik AMP mempengaruhi berbagai proses dlm sel. 
5.  Siklik AMP menyebabkan  aktivasi  enzim  protein  kinase  yaitu  proses  fosforilasi  pd
sintesis protein. Siklik AMP mempengaruhi kecepatn proses ini. 5

6.  Metabolisme  siklik AMP menjadi  5'AMP  dikatalisis  oleh  enzim  fostodiesterase  yg
spesifik. Dg dmk zat-zat yg menghambat enzim fostodiesterase ini dpt menyebabkan
timbulnya efek mirip hormon.
7.  Hormon  yg  bekerja  dg  cara  di  atas  ialah  hormon  tropik  adenohipofisis  misal:
gonadotropin, MSH (melanocyte stimulating hormone), beberapa releasing hormones
dari hipotalamus, glukagon, hormon paratiroid dan kalsitonin. 

Mekanisme kerja hormone steroid
1.  Hormon steroid melewati membran sel masuk ke dlm sitoplasma setiap sel, baik sel
target hormon steroid maupun sel lain. Tetapi reseptor hormon steroid hanya terdpt di
dlm sel target yi dlm sitoplasmanya.
2.  Bila  hormon  steroid  berikatan  dg  reseptor  sitoplasma  maka  kompleks  hormon-
reseptor  tsb dg atau  tanpa modifikasi akan ditransportasi ke  tempat kerjanya (sites of
action) di  dlm  inti   sel yaitu  pada kromatin. Selanjutnya  terjadilah beberapa hal yg
berhubungan  dg  peningkatan  sintesis  protein  sesuai  dg  fungsi  masing-masing  sel
target. 

ANALOG DAN ANTAGONIS HORMON
Analog hormon adalah zat sintetis yang berkaitan dengan  reseptor hormon. Analog hormon
sangat  mirip  dengan  hormon  alami  dan  sering  kali  fungsi  klinisnya  lebih  baik  dari  pada
hormon alaminya sebab mempunyai beberapa sifat yang lebih menguntungkan
Misalnya  estradiol  adalah  hormon  alami  yang  masa  kerjanya  sangat  pendek,  sedangkan
etinilestradiol adalah analog hormon yang masa kerjanya lebih panjang.
Juga  ada  beberapa  obat  atau  zat  kimia  yang  menghambat  sintesis,  sekresi  maupun  kerja
hormon  pada  reseptornya  disebut  antagonis  hormon.  Indikasi  utama  hormon  adalah  untuk
terapi pengganti kekurangan hormon misalnya pada hipotiroid.
Walaupun  hormon merupakan  zat  yang  disintesis  oleh  badan  dalam  keadaan  normal,  tidak
berarti hormon bebas dari efek toksis/racun.
Pemberian  hormon  eksogen/  dari  luar  yang  tidak  tepat  dapat  menyebabkan  gangguan
keseimbangan hormonal dengan segala akibatnya.
Terapi  dengan  hormon  yang  tepat  hanya  mungkin  dilakukan  bila  dipahami  segala
kemungkinan kaitan aksi hormon dalam tubuh penderita.

Contoh antagonis hormone pada penggunaan terapi
1.  Tiourasil digunakan pada hipertiroidisme
2.  Metirapon  digunakan  untuk  membedakan  hipofungsi  korteks  adrenal  primer  atau
sekunder
3.  Dopamin : menekan sekresi hormon pertumbuhan yg berlebihan
4.  Bromokriptin : menekan sekresi prolaktin yang berlebihan
5.  Klomifen   meniadakan  mekanisme  umpan  balik  oleh  estrogen  sehingga  sekresi
gonadotropin dari hipofisis tetap tinggi.

Di posting oleh Dr. Sadeli Ilyas  untuk Akfarsam 

Jadwal Organ Bekerja


Jam 07.00 - 09.00 adalah jam kerja bagi lambung. pada jam ini stamina lambung kuat, Sehingga makan pagi pada saat ini akan membantu proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Bagi yang tidak ada masalah dengan lambung, minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong karena zat yang berguna akan segera terserap tubuh. Wajib sarapan di jam ini
  • Bubur oatmeal
  • Telur
  • Smoothies (secangkir susu skim dan pisang) 
  •  Buah
  • Nasi goreng bungkus (tanpa kecap)
  • Kopi pahit atau kopi susu
  • Coklat hitam 70% cocoa
  • Pizza vegetarian
  • Salad buah
  • Kue dadar (pancake) 
  •  Roti bakar

Jam 09.00 - 11.00 adalah jam kerja organ limpa, pada jam ini stamina lompa kuat. Organ limpa bertugas mengangkut cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Kalau ada yang merasa ngantuk pada jam- jam ini berarti fungsi limpa orang tersebut lemah. Solusinya adalah kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani. di jam ini jangan makan yang bergula, Juga makan makanan berlemak tinggi


Jam 11.00 - 13.00 Adalah jam kerja organ jantung, pada jam ini stamina jantung kuat dan sangat disarankan untuk beristirahat pada jam-jam ini untuk cadangan setengah hari berikutnya. Lagian, pas dengan jam istirahat di kantor khan. Hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah.

Jam 13.00 - 15.00 Adalah jam istirahat untuk organ hati. Pada jam ini stamina hati sedang lemah, apabila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.

Jam 15.00 - 17.00 Adalah jam istirahat untuk organ paru-paru. Pada jam ini stamina paru paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.

Jam 17.00 - 19.00 Adalah jam kerja organ ginjal karena pada jam ini stamina ginjal kuat, adalah saat yang baik untuk untuk belajar karena pada saat ini terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.

Jam 19.00 - 21.00 Adalah jam istirahat untuk organ lambung sebab pada jam ini stamina lambung sedang lemah sebaiknya tidak memakan makanan yang susah dicerna atau lama dicerna dan disarankan untuk lebih baik sudah berhenti makan.

Jam 21.00 - 23.00 Adalah jam istirahat untuk organ limpa sebab pada jam ini stamina limpa sedang lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Pada jam-jam ini sebaiknya istirahat sambil bersantai untuk menenangkan jiwa sehingga daya tahan tubuh bisa meningkat Pembuangan racun. Tidur atau mendengarkan musik untuk menenangkan pikiran dan meningkatkan sistem imun
.

Jam 23.00 - 01.00 Adalah jam istirahat untuk organ jantung sebab pada jam ini stamina jantung lemah. Pada saat ini sebaiknya sudah beristirahat tidur. Kalau masih diteruskan bekerja atau begadang akan melemahkan fungsi jantung.

Jam 01.00 - 03.00 Adalah jam kerja organ hati sebab stamina hati sedang kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

Jam 03.00 - 05.00 Adalah jam kerja organ paru-paru sebab stamina paru paru sedang kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk,bersin-bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat Detoksin. Disarankan olahraga pada jam ini


Jam 05.00 - 07.00 Adalah jam kerja usus besar yang sedang kuat2nya, sehingga disarankan untuk BAB di pagi hari secara ateratur.